5 Contoh Homonim dan Homofon yang Sering Diucapkan

Di dalam struktur bahasa Indonesia, ada beberapa bentuk kata yang unik sehingga patut untuk dipelajari lebih lanjutnya. Homonim dan homofon merupakan dua bentuk kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk menelaah lebih lanjut, contoh homonim dan homofon akan sangat membantu Anda.
Contoh Homonim

Berapa Contoh Homonim dan Homofon


Homonim adalah kata-kata yang memiliki lafal dan penulisan sama tetapi berbeda makna. Homofon adalah kata-kata yang memiliki pelafalan sama tetapi berbeda penulisannya. Contoh homonim akan diterangkan setelah homofon.

Contoh homonim pertama adalah sangsi dan sanksi. Masyarakat sering menyebut keduanya sebagai homonim. Hal ini dikarenakan kesamaan pelafalan. Tentu saja penyebutan tersebut salah. Homofon mudah diindentifikasi dari suara yang terdengar melalui mulut. Sebaliknya, homonim membutuhkan bukti tertulis untuk proses identifikasi.

Contoh homonim kedua yang mirip dengan homofon adalah massa dan masa. Sama seperti contoh sebelumnya, kedua kata sering salah dalam pengelompokkan, bahkan ada yang menganggap massa adalah bentuk penulisan yang salah karena berasal dari bahasa inggris. 

Jika contoh sebelumnya sangat erat dengan homofon, contoh homonim ketiga adalah kata yang hanya memiliki perbedaan sedikit yaitu sarat. Kata syarat berhubungan dengan kata sarat. Kedua memiliki perbedaan makna yang mencolok tetapi masyarakat sering mengucapkan dengan intonasi yang sama. Sarat berarti penuh sedangkan syarat adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk proses tertentu.

Contoh keempat adalah kata yang masuk dalam kategori homonim sepenuhnya. Kata bisa berarti racun dan digunakan dalam konteks racun ular. Bisa juga berkembang penggunaannya yaitu racun secara konotasi yaitu perbuatan tercela. Contoh homonim dari kata bisa yang lain adalah mampu atau dapat.

Contoh terakhir adalah kata teras. Kata teras bermakna elit atau terdepan. Sedangkan teras juga berarti bagian depan dari rumah. Keduanya memiliki kemiripan tetapi berbeda konteks. Homonim juga muncul akibat perluasan atau penyempitan makna. Faktor budaya dan sosial dangan terkait dalam perubahan ini.

Dari penjabaran diatas, contoh homonim dapat menjadi bagian homofon tetapi tidak berlaku sebaliknya. Pemahaman terkait homonim dan homofon akan memperkaya wawasan bahasa Indonesia Anda.
Bagi ke FB
Bagi ke G+

Related : 5 Contoh Homonim dan Homofon yang Sering Diucapkan

0 komentar:

Posting Komentar

Anda boleh tuliskan ide, saran, kritik di kolom komentar ini.